Minggu, 16 Maret 2014

Ingin raih kepuasan seks, pria Australia masukkan garpu ke penis



Seorang pria Australia 70 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah memasukkan sebuah garpu ke penisnya untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Menurut penelitian diterbitkan Laporan Jurnal Kasus Operasi Internasional, garpu baja berukuruan sepuluh sentimeter itu dimasukkan ke bagian uretra korban 12 jam sebelum dia masuk rumah sakit dengan perdarahan di bagian saluran kencingnya, seperti dilansir surat kabar the Daily News, Selasa (20/8).

Garpu itu memang tidak terlihat dengan mata telanjang di luar penis korban.

Dengan melakukan proses anestesi umum, yakni suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan, tim dokter di unit gawat darurat Rumah Sakit Canberra akhirnya mampu mengambil garpu itu.

Laporan mengatakan garpu itu berhasil dikeluarkan menggunakan alat forceps dan pelumas yang banyak. Korban dilaporkan dalam keadaan baik dan diperbolehkan pulang setelah prosedur operasi itu berhasil dilakukan.

"Motif menyisipkan berbagai benda asing ke dalam tubuh memang sulit dimengerti," tulis penelitian itu, yang diterbitkan dalam artikel berjudul 'An Unusual Urethral Foreign Body'.

Namun, ini bukan pertama kalinya seorang pria berusaha memasukkan benda asing ke dalam tubuhnya. Menurut penelitian, kasus benda-benda yang pernah dimasukkan ke dalam tubuh manusia dalam beberapa tahun belakangan ini, termasuk jarum, pensil, sikat gigi, baterai, lampu, kelereng, termometer, tanaman, dan sayuran.

Sungguh Memprihatinkan, Demi Bertahan Hidup Seorang Nelayan Memakan Temannya Sendiri



Inilah yang terjadi di rusia, sungguh memprihatinkan dan mengenaskan, demi bertahan hidup seorang nelayan tega memakan temannya sendiri. Dua orang nelayan di Rusia terpaksa menjadi kanibal dengan memakan mayat teman mereka sendiri untuk bertahan hidup dari suhu di bawah titik beku. Awalnya, mereka dituduh melakukan pembunuhan, namun polisi menemukan bahwa kawan mereka telah tewas sebelum dimakan.

Diberitakan Vivanews, temuan polisi Rusia ini diumumkan pada Selasa, 18 Desember 2012. Alexander Abdullaev, 37, dan Alexei Gradulenko, 35, lalu dilepaskan dari semua tuduhan pembunuhan.

keduanya pada awal bulan ini berhasil diselamatkan dalam keadaan sangat lemah setelah terdampar selama tiga bulan di Sungai Sutam di pelosok Yakutia. Kendaraan mereka rusak dan mereka tidak bisa kemana-mana di cuaca yang mencapai -30C itu.

Di lokasi tempat mereka berlindung, polisi menemukan sisa tulang belulang. Seorang tim penyelamat mengatakan pada koran Komsomolskaya Pravda, “tulang itu dipotong dengan kapak dan hanya tersisa sedikit daging yang melekat.”

Awalnya, polisi menduga ada pembunuhan dalam kasus ini. keduanya lalu menjalani penyelidikan. Dalam interogasi polisi, kedua nelayan mengaku telah memakan daging kawannya, namun setelah dia meninggal, bukan dibunuh.

“Ini bukanlah kasus pembunuhan,” ujar pernyataan tim penyidik Rusia.

kedua orang ini sedang memancing dengan dua orang lainnya sebelum dinyatakan hilang Agustus lalu. Abdullayev mengatakan bahwa dia dan Gradulenko memakan daging Andrei Kurochkin, 44, selama berminggu-minggu setelah pria naas itu tewas karena kedinginan.

Orang keempat, Viktor Komarov, 47, masih hilang. Abdullayev bersama dengan tim SAR masih berusaha mencari Komarov yang masih belum diketahui masih hidup atau sudah mati.

Abdullaev dan Gradulenko meninggalkan tempat mereka berempat berlindung di sebuah rumah bekas pendulang emas untuk mencari bantuan. keduanya ditemukan di dekat Sungai Sutam sekitar 250 km dari kota terdekat, Neryungri.

Bagaimana sob dengan kejadian diatas? pastinya takut dekat dengan nelayan tersebut. makannya pilih temen harus hati-hati sob biar gak dimakan. waspadalah.. waspadalah..